Zona Umum SMAN 1 Sumbawa Jadi Incaran Siswa

Sumbawa Besar, Gaung NTB
SMAN 1 Sumbawa Besar merupakan salah satu sekolah favorit di kota Sumbawa Besar NTB, sehingga tidaklah mengherankan kalau sejumlah siswa-siswi tamatan SMP didaerah ini sangat berkeingin untuk dapat masuk dan bersekolah ditempat tersebut, akan tetapi adanya sistem zonasi yang ditetapkan oleh Provinsi, membuat sebagian besar siswa-siswi yang sebelumnya menyatakan minat dengan terpaksa harus pasrah menerima kenyataan adanya pembatasan zonasi dimaksud.

Untuk penerimaan siswa baru pada SMA Negeri 1 Sumbawa Besar dalam tahun pelajaran 2019/2020 ini ungkap Kepala Sekolah SMAN 1 Sumbawa Besar Drs Lalu Karna dalam keterangan Persnya kepada Gaung NTB diruang kerjanya Selasa (02/07) kemarin, menjelaskan kalau sekolahnya memiliki Kuota 9 kali 36 adalah sebanyak 324 orang siswa, sebenarnya yang tersisa dari kuota tersebut adalah 55% cuman kemarin zona pra sejahtera yang mendaftar berkurang atau kurang minat, tapi hanya masuk kurang dari 25% kuota yang disediakan artinya sekitar 15 orang saja, sedangkan untuk zona prestasi (Akademik dan Non Akademik) jumlahnya 15% kuotanya termasuk jalur hafidz menjadi ada 4 orang, sehingga total semuanya sekitar 15 orang dan bagaimana rinciannya nanti akan diperoleh dari hasil perhitungan yang dilakukan petugas operator (Panitia) yang ditunjuk.

Sedangkan saat ini tinggal menunggu hasil dari zona umum kata Lalu Karna akrab ia disapa, dengan kuota tersisa awalnya sekitar 55% plus prasejahtera yang mulai dibuka pendaftarannya mulai tanggal 3 Juli 2019, dengan sistem zonasi yang ditetapkan oleh Provinsi, karena zona SMAN 1 memang beda dengan zona tahun lalu mencakup wilayah Brang Biji, Pekat, Brang Bara dan Seketeng itu masuk, tetapi sekarang ini zonasinya itu bukan dasar wilayah, tetapi sekarang dihitung berdasarkan jarak, misalnya Brang Biji dari SMAN 1 jaraknya dengan patokan Kelurahan Brang Biji kalau dibuka Google Map itu jaraknya fifty-fifty, tapi kalau kita gunakan manual seperti sepeda motor memang dekat menuju SMAN 1, tetapi sistem zonasi sekarang ini menggunakan sistem jarak wilayah, paparnya.
“Karena itu, untuk Kelurahan Bugis dan Umasima masuk dalam ring I pada SMAN 1 Sumbawa, sedangkan Kelurahan lainnya masuk dalam ring II, dimana dalam pra pendaftaran tidak dipungut bayaran semuanya gratis, untuk selanjutnya dilakukan kegiatan tes minat bakat dan kemampuan, cuman nanti kalau sudah diterima paling membayar kewajiban BPP dan pembelian pakaian seragam sekolah yang telah ditentukan,” pungkas Drs Lalu Karna.